Wednesday, February 18, 2026

Ngaos Online 1 Ramadhan 1447 PP Al Azkiya



Wahai anakku, nasihat itu mudah. Tapi yang sulit itu adalah menerima nasihat.  (Imam Ghazali )

Sebagai santri, buku yang kita baca, ilmu yang kita dapat InsyaAllah kita niatkan agar dapat kita amalkan.

- Ibu Nyai Erik


Ngaos online 1 Ramadhan 1447H 

PP Al-Azkiya' bersama Ibu Nyai Erik 


Biasanya memang hal-hal yang dilarang itu dicenderungi oleh hawa nafsu. Karena sesungguhnya nasehat itu bagi orang-orang yang mengikuti hawa nafsu adalah sesuatu yang pahit (sulit). Khususnya nasehat bagi orang-orang yang menuntut ilmu hanya karena formalitas (ijazahnya saja). Orang yang menyibukkan diri dalam memprioritaskan nafsu dan prestasi dunia saja itu juga dimaksudkan menuntut ilmu untuk formalitas. Bagi yang hanya menuntut ilmu secara formalitas dikatakan oleh Imam Ghazali akan sulit menerima nasihat. 


Belajar itu hendaknya untuk memahami ilmu dan bagaimana bisa mengamalkan ilmu. Tidak ada artinya jika ilmu tidak dimanfaatkan. 


Ketika seseorang memperoleh ilmu tanpa diamalkan, ada dalil bagi mereka yaitu Rasul bersabda "Paling berat siksanya manusia pada hari kiamat adalah orang yang alim, orang yang berilmu oleh Allah tidak sanggup memberi manfaat terhadap ilmu tersebut." 


Jadi, setiap ilmu yang kita peroleh bisa kita amalkan saat itu juga, hendaklah kita langsung berusaha mengamalkannya. 


Dalam tidur ada yang memimpikan Imam Al-Juned dimana dia menanyakan kabar kepada Imam Juned. Lalu menurut Imam Juned ketika telah meninggal yang memberi manfaat baginya adalah rakaat-rakaat di tengah malam. Ini bukan artinya serta merta ibadah kita yang lain tidak bermanfaat, tapi artinya nantinya yang paling bermanfaat untuk kita adalah ILMU YANG KITA AMALKAN. Imam Juned berpesan juga bahwa ilmu saja tanpa diamalkan tidak akan bisa berbuat apa-apa.


Imam Ghazali mencontohkan, andaikan ada kondisi seseorang berada di dalam hutan dan dia bersama (memiliki) sepuluh pedang dan dia juga senjata-senjata lain. Orang tersebut terkenal pemberani dan ahli perang, lalu ada harimau besar dan ganas yang mendatanginya. Bagaimana keadaan dia? Ternyata dia diam saja, dia padahal bisa menggunakan senjata. Apakah jika seperti itu dia bisa selamat? Apakah pedang-pedang itu bisa menghalau sendiri harimau itu? Tanpa tangan orang yang menggerakkan pedang, maka pedang tidak ada gunanya, meski pedang itu teramat tajam.


Ilmu yang kita peroleh tidak akan berguna jika kita tidak mengamalkan ilmu tersebut. Seandainya seseorang telah membaca 100 ribu makalah ilmiah dan telah mempelajari dengan serius, tapi dia tidak mempraktekkan apa yang dia baca maka tidak ada manfaat apapun kecuali dengan mengamalkannya.


Seperti orang yang sakit itu jika ingin sembuh obatnya harus diminum, jangan hanya dipandangi saja. Nah, jadi semuanya itu bergantung pada bagaimana kita mengamalkan sesuatu.

Sebagai santri, buku yang kita baca, ilmu yang kita dapat InsyaAllah kita niatkan agar dapat kita amalkan.


Kalaupun kita bergelut dengan arak, dalam artian katakanlah kita bekerja di tempat pembuatan arak, jika kita tidak meminumnya maka kita tidak akan mabuk. Sama dengan orang berilmu tadi, sebanyak apapun ilmu jika tidak digunakan ya tidak ada efeknya. Katakanlah kita selama 100 tahun membaca seribu kitab, maka tidak ada diantara kitab itu yang menjadikan kita orang yang memperoleh rahmatnya Allah kecuali dengan mengamalkannya.


Kita harus beriman dan beramal sholeh, kita harus belajar dan mengamalkan ilmu. Nanti akan dihadiahkan oleh Allah surga firdaus bagi mereka.


Akan datang suatu masa dimana orang-orang mengabaikan sholat dan mengikuti hawa nafsunya. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan yang berbuat amal soleh (kebaikan). 


Intinya kita diingatkan oleh Imam Ghazali untuk mengamalkan ilmu yang kita peroleh agar ilmu itu bermanfaat.

Saturday, January 31, 2026

Quarter Life Chaos: Saat Hidup Ngga Sesuai Rencana (Part 3)

 Ahad, 13 Sya'ban 1447

Denpasar, 01 Februari 2026




Sembuhkan luka, hati bahagia.

Ketika Nabi Muhammad berada di antara para sahabat, ada orang asing yang datang dan bertanya mana Nabi Muhammad? Hal tersebut menunjukkan betapa Rasullullah memakai pakaian yang sama dan duduk bersama para sahabat tanpa ada embel-embel lebih baik dari sisi duniawi.

Bagi yang akan melakukan kebaikan, niatkan untuk Allah. 

Orang yang datang jauh-jauh untuk mendengarkan kalimat hikmah, tidak akan rugi perjalanan yang ditempuhnya. 

***

Mencari pahala untuk akhirat itu bukan hanya sholat, bangun sepertiga malam, puasa dan ibadah ritual saja.

Akhirat itu juga berupa :

- kita bekerja agar tidak mengemis

- kita bekerja agar dapat bisa memberikan hadiah kepada orang tua kita

- kita belajar agar bisa memberi dampak baik pada orang lain

- kita belajar mengatur perkataan kita agar tidak menyakiti orang lain

- dll berkaitan dengan dunia yang diniatkan kebaikan akhirat

Bertutur kata yang sopan, lembut dan tidak menyakiti orang lain adalah tanggung jawab besar bagi orang-orang yang punya uang.

Dalam Islam, seorang wanita tidak boleh down grade setelah dia menikah. Haruslah mencari laki-laki yang bertanggung jawab pada istrinya.

***

Malas memang penghambat utama seseorang menjadi lebih baik. Kita harus berhati-hati dengan sifat malas, karena ada kemungkinan seseorang berperilaku buruk saat terus menerus bermalas-malasan.

Berteman dengan orang yang rajin belajar membuat kita minimal malu untuk bermalas-malasan.

Kita hendaklah tahu diri, jangan sok-sok an dakwah pada orang-orang anti mainstream. Contohnya, kita berdakwah di diskotik, itu susah sekali, karena ada peluang justru kita yang terpengaruhi. Kita berada dalam circle yang bergibah lalu sok-sok an membuat mereka berhenti bergibah, itu akan sulit. Kita ini hanya sampai taraf menasehati, bukan mengubah orang.  

Quarter Life Chaos: Saat Hidup Ngga Sesuai Rencana (Part 2)


Pemateri : Habib Ahmad Bagaqih


Kita adalah manusia yang butuh diingatkan agar terus bisa meningkatkan kualitas diri. Maka itu pentingnya kita memiliki circle yang baik, sholeh dan rajin belajar. 


Hidup ini pasti ada musibah dan masalah yang mana dipengaruhi latar belakang masing-masing orang.

Dalam Al-Qur'an Allah berfirman bahwa manusia pasti punya masalah. Manusia pasti ada sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, sakit dan paceklik. Allah akan memberi hadiah pada orang yang sabar, mereka yang bisa melewati musibah dan menghayati makna "innalillahi wa innailaihi roji'un", sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali pada Allah. Mari kita pahami bahwa apa yang kita dapatkan adalah milik Allah dan suatu saat akan kembali kepada Allah.


Dalam suatu riwayat, pernah satu lampu di tempat Rasul dan sahabat duduk mati. Nabi langsung mengatakan innalillahi wa innalillahi roji'un. Lalu sahabat bertanya, apakah lampu yang mati adalah musibah? Rasul menjawab bahwa seluruh rasa sakit, rasa sedih, rasa yang membuat kita galau sedikitpun Allah akan hapus dosanya. Dalam riwayat lain mengatakan apabila di jalan kita tertusuk duri dan sakit, Allah memberi kesempatan pada hambanya untuk diampuni dosanya. Pemahaman kita atas sifat Allah Yang Maha Pengampun, menjadikan Allah semakin ingin mengampuni kita. 


Maka ayo kita pahami saat kita terkena musibah boleh kita sedih, tapi jangan berlarut. Musibah itu datang dari Allah, dan akan ada kasih sayang Allah di dalamnya. Mari kita pahami bahwa salah satu cara Allah menambah keimanan dan pahala kepada kita adalah dengan musibah. Contoh saat kita demam, sebenarnya kita dibantu Allah untuk mengampuni dosa kita.


Memperbaiki kualitas hidup di dunia = Memperbaiki kualitas kedekatan pada Allah



Sabar itu memang tidak mudah, maka Allah membersamai orang yang sabar karena Allah tahu sabar itu nggak paham. Sabar itu bisa berupa terus bertahan, terus beribadah, terus memegang prinsip agar tetap survive dalam keimanan. Hidup ini berjalan terus, kita harus kuat jika mau menaklukan dunia ini, karenanya Allah berikan musibah untuk menempa diri kita. Makin dewasa maka akan makin berat cobaan itu dan itu nggak apa-apa. Kesedihan yang mana kita sabar menanggapinya juga akan dinilai ibadah oleh Allah.


Orang-orang di dunia seandainya mereka tahu apa yang mereka dapat di akhirat dari musibah dunia, orang itu akan rela dan ridho mendapat musibah.


- Musibah itu dari Allah dan akan ada hikmah, pahala dan kekuatan dari musibah tersebut.

- Jika kita ingin bertahan dalam prinsip kita maka harus menjaga circle pertemanan.

Quarter Life Chaos: Saat Hidup Ngga Sesuai Rencana (Part 1)



Pemateri : Lora Kadam Sidik


Beberapa masalah yang sering membuat kita kebingungan, gampang stress atau ovt :


- Halu

Ada beberapa titik dimana kita menjadikan halu adalah pelarian, bukan tujuan hidup yang diusahakan. Ketika kita tidak biasa menghadapi kesulitan dalam realita, kita tidak tahu batas realistis yang bisa kita usahakan. Kekecewaan akan kenyataan muncul akibat khayalan yang terlalu tinggi tanpa disertai perbaikan diri. Ya memang halu adalah sifat manusia yang ingin membayangkan hal-hal baik, namun halu yang overdosis membuat kita gila.


- Malas

Dahulu malas itu memalukan, seorang yang pemalas itu sangat red flag. Hingga dulu, orang yang malas akan berpura-pura rajin. Tetapi saat ini malas justru dinormalisasi, ada banyak orang yang bangga dengan kemalasannya. Harusnya kita mengganggap malas itu hina. Tidak ada masa depan bagi pemuda-pemudi yang menghabiskan waktunya scrolling, tanpa membaca, tanpa belajar, tanpa produktif apapun.

Rasulullah hampir setiap hari berdoa untuk dihindarkan dari rasa malas. Kenapa Rasul meminta perlindungan dari rasa malas? Karena rasa malas bukan sifat orang beriman. Rasulullah adalah manusia paling sat set, paling produktif, anti malas. Selesai satu kegiatan, akan ada kegiatan berikutnya yang harus diselesaikan.

Maka mari kita mencari kegiatan, merencanakan apa yang kita lakukan, agar kita bisa memanfaat waktu dengan baik. Celakalah orang yang bangun tidur tanpa ada rencana apapun. Boleh bermalas-malasan, namun harus ada waktu khusus agar terkontrol. 

Agama memerintahkan seorang hamba untuk berusaha berguna. Bahkan para sahabat mencaci maki orang yang tidak mengusahakan dunianya, tidak mengusahakan akhiratnya. Mari kita merencanakan hidup kita, dimana rencana tersebut tidak harus sesuai dengan kenyataan karena kita bukan Tuhan. Janganlah kita mendzolimi Allah dengan menyia-nyiakan tubuh yang sehat. 


- Pertemanan

Menjadi masalah jika kita berteman dengan orang yang tidak tepat. Jika memang terpaksa kita berteman dengan orang yang tidak sejalan dengan nilai diri kita, maka kita harus menyeimbangkan dengan pertemanan yang sejalan dengan prinsip diri kita.


Mari kita berkumpul dengan orang-orang yang baik, mari kita bersahabat dengan manusia yang paham bahwa ridho Allah itu adalah yang utama. Berteman boleh dengan siapa saja, tapi mari kita pilih lima orang terdekat yang bisa membantu kita menjaga diri dan menjaga iman. Ingat, carilah sahabat yang baik, jangan sok-sokan bersahabat dengan orang yang kurang baik dan beranggapan kamu bisa mengubah mereka.

Rasulullah menjelaskan bahwa setiap manusia lahir dalam keadaan fitroh, dalam keadaan bersih. Kemudian orang tuanya yang akan mempengaruhi anak itu, karena orang tua adalah sahabat pertama seorang anak.

Hati-hati dengan teman yang selalu memvalidasi keluhan kita, padahal kita yang salah, maka mereka adalah seburuk-buruknya teman. Karena teman yang baik adalah mereka yang mau menegur kita saat ada kesalahan pada diri kita. Apa fungsi teman jika tidak membawa kita kepada kebaikan? Hindari pertemanan yang toxic. Toh hidup tidak selalu tentang menyenangkan orang lain. Mari kita berikan kebermanfaatan, karena Allah memberikan kita fasilitas untuk berbuat baik.


Melihat suatu keburukan menjadi sesuatu yang normal adalah awal dari bencana.

Adzab terbesar adalah ketika kita beribadah tanpa feeling nyaman dan melakukan dosa tanpa rasa bersalah.


Mari kita menghidupi diri kita dengan ilmu pengetahuan. Sebab apabila kita hanya beragama karena orang disekitar kita, kita akan terus terdoktrinasi. Mari berusaha membaca, mengenal rahmat Allah lebih dalam agar kita tidak terus menerus takut pada adzab. Sedalam ilmu kita tentang Allah, sedalam itu cinta kita pada Allah. Allah adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahiim. Maka sifat Allah yang menghukum kesalahan manusia adalah sifat Allah dengan dasar Allah Maha Menyayangi. Mari kita terus ingat bahwa kasih sayang Allah mendahului amarah Allah, maka jangan lelah bertaubat pada Allah.

Saturday, January 24, 2026

Pengajian Warga Muslim UNUD & PNB


Masjid Jendral Sudirman Denpasar

Ahad, 25 Januari 2026


Dengan hartamu, benarkah kamu bisa berkomitmen atas apa yang Allah perintahkan? 


Ada ibadah yang awalnya diharamkan kemudian ada dalil dalam Al-Qur'an yang menjadikan boleh. Semisal awalnya ada banyak berhala di sekitar Ka'bah kemudian berhala tersebut dihancurkan agar dapat kita beribadah disana. 


Sebagai muslim mari kita belajar, agar kita tahu kenapa sholat itu wajib bukan hanya karena orang tua kita mengatakan sholat itu wajib. Ilmu dan pemikiran kita atas ibadah membuat kita lebih paham serta mendalami apa yang kita lakukan. Ada beda antara orang yang sekedar taklit (sekedar ikut) dan orang yang belajar sehingga menjadi ulul albab (para pemikir). Akan diangkat derajat orang yang berilmu karena mereka memahami dasarnya, tidak hanya sekedar ikut. Ada beda antara orang yang paham dan tidak paham. 


Ada manajemen barokah yang Allah atur kepada kita. Maka bersyukur kita harus diperbanyak, ilmu kita harus lebih diperdalam. Jangan menyerah di satu titik, mungkin ada keberkahan di tempat yang lain. Do'a yang kita tanam saat kita menuntut ilmu, saat kita berjuang untuk menyebarkan ilmu akan kembali kepada kita. Do'a dari guru-guru kita, do'a dari orang tua kita, do'a dari murid-murid kita akan kembali kepada kita dengan berbagai cara. 


Iqro', membaca adalah perintah pertama dalam Al-Qur'an. Maka marilah kita membaca, jangan melalaikan perintah membaca. Kita kadang terlalu fokus pada ibadah ritual dan menyepelekan kegiatan membaca atau menuntut ilmu. Jika kita tidak membaca, tidak iqro' dengan benar maka kita akan abai menjadi manusia. 


Jika kita melakukan hal dengan mengharap ridho Allah, melaksanakan apa yang Allah perintahkan, maka itu lebih baik. Contohnya menjaga alam, tidak merusak apa yang ada di bumi ini. Orang-orang yang menebang hutan, menambang dengan sembarangan adalah implementasi melanggar perintah Allah. 


Al-Qur'an itu global, untuk seluruh umat manusia, dan mencakup banyak aspek. Jangan kita dzikir terus sampai lupa dengan tetangga, sampai lupa tidak menolong teman-teman di sekitar kita. Maka mari kita niati bersosialisasi sebagai ibadah, kita menolong teman, menolong orang lain, agar Allah ridho pada kita. 



Apapun yang kita lakukan, sekecil apapun ada pertanggungjawabannya. 


Thursday, June 5, 2025

Hari Raya Idul Adha 1446H


 Ibadah haji adalah bentuk kasih sayang dari Allah SWT

Mutiara hikmah :

Bukti ketaatan seorang hamba kepada Sang Khalik untuk mendatangi-Nya

Hendaknya kepada Allah hamba-hamba itu menunaikan haji, bagi orang-orang yang mampu yang dipanggil oleh Allah

Kita harus berusaha untuk memenuhi panggilan Allah tersebut


Ibadah haji adalah untuk membersihkan hamba-Nya, agar diampuni dosanya oleh Allah

Berangkat membawa dosa, pulangnya membawa ampunan dari Allah SWT


Allah ingin memperlihatkan kebesaran-Nya

Diantara bukit Sofa dan Marwa itu ada kebesaran Allah


Balsan hamba yang diridhoi oleh Allah adalah surga


Haji yang mabrur balasannya adalah dari sisi Allah


Niat dan tekad supaya dimampukan oleh Allah. Banyak orang yang mampu tapi tidak mau, banyak orang yang mau tapi tidak mampu. Semoga kita kelak menjadi bagian dari mereka yang dipanggil ke Mekkah dan Madinah. 


Hal sunnah yang dilakukan adalah penyembelihan hewan qurban. Menyembelih hewan qurban agar kita lebih dekat kepada Allah. 


Kasih sayang Allah tidak pernah luput kepada hamba-Nya. 


Hari Tarwiyah : hari belum ada kepastian, nabi Ibrahim baru mendapatkan mimpi pertama

Hari Arafah : hari kedua nabi Ibrahim mendapatkan mimpi

Hari selanjutnya : hari ketiga nabi Ibrahim bermimpi dan mengajak Nabi Ismail untuk dikurbankan. 


Nabi Ismail adalah hamba Allah yang sholeh, ketika dibeeitahi ayahnya untuk mengurbankannya nabi Ismail rela dan ridho pada perintah Allah. Nabi Ismail berpesan agar tangan kakinya diikat, agar beliau tidak berontak. Lalu hadapkan wajahnya ke bumi agar tidak kasihan. Kemudian tajamkanlah pisau dan gerakkan pisau dengan sekuat tenaga. Lalu lingkaplah lengan baju nabi Ibrahim agar tidak terciprat baju beliau oleh darah. Nabi Ismail juga memesankan agar bajunya diberikan kepada ibunya, agar Ibunda Hajar teringat melalui baju itu. Nabi Ismail mendoakan agar ibunya bersabar dan ini adalah untuk memenuhi perintah Allah. 


Maka hendaknya kita ini berlemah lembut kepada anak-anak kita. Juga kita ini senantiasa menerima dengan baik nasehat dari orang tua kita. Dari Nabi Ismail kita belajar untuk memuliakan kedua orang tua. Seorang anak harus berbakti kepada bapaknya yang tiada lelah mencari rezeki. Seorang anak harus berbakti kepada ibunya yang dengan nyawanya kita dilahirkan dan dengan jiwanya kita dibesarkan. Semoga ibu dan bapak kita senantiasa dimuliakan di dunia dan akhirat. 


Ridho Ilahi, murka Ilahi itu berdasarkan ridho dan murka ibu kita. Jika kamu sayang pada Kekasihmu (Allah dan Nabi Muhammad), maka sayanglah kepada ibu mu! 



Khutbah Hari Raya Idul Adha

Didengar dari : Masjid Besar Al-Muhajirin Kepaon, JL. Raya Pemogan, Gang Masjid, Kampung Islam Kepaon, Pemogan, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali


Sunday, October 13, 2024

Berdo'a kepada Allah Melalui Kanjeng Nabi Muhammad SAW

 Oleh : KH Syaifuddin Zuhri

Tempat : Masjid Al-Azhar Turen

Usaha kita yang pendosa ini adalah berusaha dan berdo'a, meminta wasilah kubro melalui Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Yakin dengan sungguh-sungguh, insyaAllah akan dilancarkan oleh Allah. Mari kita buktikan dengan saat kita membaca istighosah dan sampai pada dzikir tersebut, kita panggil Kanjeng Nabi dengan yakin. 

Jangan gamang, jangan hanya mulut saja yang berbicara memanggil Kanjeng Nabi. Punyailah rasa sambung, rasa bahwa Nabi Muhammad ini mendengar dan mau menyampaikan do'a kita kepada Allah. Yakin dengan apa yang kita minta kepada Allah, melalui bantuan Nabi Muhammad SAW.


***

Saat mendengar asma Kanjeng Nabi disebut, haruslah kita bersholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad, Allahumma sholli'ala sayyidina Muhammad. Diniati dengan kecintaan kepada Kanjeng Nabi. 

***

Dalam hadist Qudsi, Allah dawuh, tidak lah mendekat kepada ku, orang-orang yang mendekat kepada ku seperti mereka menjalankan ibadah yang Aku fardhu kan. 

Jadi, ibadah kepada Gusti Allah yang fardhu tidak bisa dibandingkan dengan selain fardhu. Sebanyak dan sebesar apapun pahala amalan Sunnah, tidak akan bisa menandingi pahala amalan Fardhu. 

Kita ingat kembali bahwa ibadah Fardhu analoginya adalah kepala, sedangkan ibadah Sunnah analoginya adalah badan. 


Mungkin kita belum bisa menjalankan Sunnah yang lain karena keterbatasan, tidak apa-apa. Tapi janganlah sampai kita ini tidak melakukan ibadah Fardhu. Salah jika kita rajin melakukan ibadah sunnah tapi bermalas-malasan dalam sholat fardhu. Seperti kita terlalu sibuk sholat tahajud sampai lalai dalam sholat subuh, itu adalah kesalahan. Seperti hal lain, kita terlalu rajin bersedekah kepada orang lain sampai terlalu kikir kepada keluarga sendiri. 


Kanjeng Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, barang siapa melapangkan keluarganya, maka Allah akan melapangkan rizkinya. Sehingga, ketika kita ingin dilapangkan Allah rizkinya maka terlebih dahulu lapangkan rizki keluarga kita. 


Berusaha khusyuk dalam sholat. Berusaha menjabarkan sholat dalam kehidupan. Dalam sholat kita melafalkan Alhamdulillahiirabbil alamin, maka di luar sholat kita harus ahli syukur. Apapun yang terjadi kita harus mengucapkan syukur terlebih dahulu. Hati yang tenang dan pikiran yang padang akan memudahkan kita untuk bekerja dibandingkan dengan hati gusar. 


Ahad Pon, 10 Rabiul Akhir 1446 H

Ngaos Online 1 Ramadhan 1447 PP Al Azkiya

Wahai anakku, nasihat itu mudah. Tapi yang sulit itu adalah menerima nasihat.  ( Imam Ghazali ) Sebagai santri, buku yang kita baca, ilmu y...