Bertafakur dibawah rinai hujan |
Rasa sakit, jenuh dan luka hati berhimpun dalam lamunan
Dalam sesal akan diri yang terlalu sombong dan bahagia
Air mata jatuh membasahi raga dan jiwa
Betapa keterlaluan nya jika diri ini masih mengais iba
Padahal hari esok terus menerus datang
Apa yang diharapkan memang ingkar
Akan tetapi Allah tidak pernah salah menetapkan pilihan
Betapa masih kurang diri ini bersyukur akan nikmat Allah
Betapa masih sulit jiwa ini diarahkan pada jalan yang benar
Biarpun besar rasa sakit, penyesalan tidak pantas jadi perangai utama
Biarpun kecewa, menyalahkan keadaan justru semakin membuat runyam
Mari bersikap bodoh amat terhadap apa kata orang
Peluk saja rasa sakit dan kecewa
Kemudian terima semua itu apa adanya
Nanti waktu akan mengambil alih, menyembuhkan sisanya
Ingatlah, masih banyak rencana yang harus direalisasikan
Kuatkan jasmani, akal dan hati agar mampu berjuang lebih keras
Bersyukurlah atas segala yang belum pergi dan hilang
Bersyukurlah atas semua yang mau bertahan dan menguatkan
Ingat, Allah tidak pernah salah menetapkan pilihan
Ingat, selalu ada kemudahan bersama kesulitan
Perlahan, jadikan diri lebih kuat dan tangguh dalam bertahan
Akan selalu ada jalan bagi mereka yang ikhlas, yang berbaik laku dan berbaik sangka pada ketetapan Sang Maha Kuasa
Selalu ada jalan terbaik pada waktu yang tepat
Perkeras usaha, perbanyak do'a
Kesempatan yang baru telah siap untuk dicoba
No comments:
Post a Comment