Monday, May 6, 2019

TARHIB RAMADHAN : Bagian 1 & 2



🇹🇦🇷🇭🇮🇧🇷🇦🇲🇦🇩🇭🇦🇳
(Bagian 1/4)
BULAN AL-QUR’AN
Bismillahirrahmanirrahim
Saudaraku yang mulia, tinggal beberapa hari lagi bulan Ramadhan akan menyapa kita. .
Bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keagungan. Bulan yang di dalamnya Allah menurunkan Kitab Suci-Nya, al-Qur’an al-Karim:
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu sekaligus pembeda (antara yang haq dan yang bathil).    ( QS. Al-Baqarah : 185)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan :
Di dalam ayat ini, Allah Ta’ala memuji bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya (Mengapa?) Allah memujinya karena bulan ini adalah bulan yang Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an dibandingkan bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula, di bulan Ramadhan ini Allah juga menurunkan kitab suci sebelumnya kepada para Nabi 'alaihimus Salam.
Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa :
Suhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat diturunkan pada enam Ramadhan, Injil diturunkan pada tiga belas Ramadhan, Zabur diturunkan pada dua belas Ramadhan, Al-Quran pun diturunkan pada paruh kedua bulan Ramadhan .”

(Bagian 2/4)
HIDUPKAN BULAN RAMADHAN DENGAN MEMBACA AL-QUR'AN
Bismillahirrahmanirrahim
Saudaraku yang mulia, Ya, bulan Ramadhan adalah bulan al-Qur’an. Karena itu para salaf di bulan ini betapa antusias membaca al-Qur’an. Lihatlah Amirul Mukminin ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu yang menghidupkan seluruh malamnya membaca Al-Quran di setiap raka'at shalat yang beliau kerjakan. Inilah Ubai bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu, yang mengkhatamkan Al-Quran setiap 8 hari. Sedangkan Tamim Ad-Dari mengkhatamkannya setiap pekannya. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah, bahkan diriwayatkan beliau mampu mengkhatamkan Al-Quran sebanyak enam puluh kali ketika Ramadhan, ini pun selain Al-Quran yang beliau baca di waktu shalat. Dan masih banyak lagi…
Subhanallah....
Inilah potret para salaf di dalam menghidupkan bulan Ramadhan, bulan al-Qur’an al-Karim. Dan untuk itulah, saudara-saudaraku yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, janganlah sekali-kali kita sia-siakan waktu kita di bulan Ramadhan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat..... Karena bulan ini adalah bulan al-Qur'anul Karim. Maka hendaknya kita sibukkan diri kita dengan al-Qur'an, dan isi hari-hari kita dengan al-Qur'anul Karim...
Semoga bermanfaat
Kalau kamu, berapa target khatam qur'anmu di Ramadhan nanti Sahabat?
- Bersambung In syaa Allah -
Ustadz Abu Salma Muhammad hafidzahullah

Broadcast by : Grup whatsapp Majelis Syuro'| Meraih surga dengan ilmu Agama

Happy Ramadhan : Satu


Assalamualaikum, selamat datang kawan-kawan ku semua di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Berikut kutipan Al-Qur'an dan Al-Hadist untuk mengawali Ramadhan ini yang saya ambil dari buku berjudul "Buku Saku : Sukses Ibadah Ramadhan" karya Ustadz Ma'ruf Khozin.
😊 Dasar Hukum Puasa di Bulan Ramadhan :
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah: 183)
Sahabat bertanya: “Kabarkan kepada saya apa yang diwajibkan bagi saya untuk puasa?” Nabi menjawab: “Puasa bulan Ramadhan, kecuali jika engkau berpuasa sunah” (HR Al-Bukhari)
😊 Apa itu puasa?
“Shiyam (Shaum/ puasa) artinya adalah menahan diri. Setiap bentuk menahan diri dan diam disebut Puasa. Secara pandangan Syariat, puasa adalah menahan diri dari hal-hal tertentu (yang membatalkan puasa), di masa tertentu (Ramadhan) dan orang tertentu” (Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ 6/247)
😊 Do'a untuk Bulan Ramadhan
Dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali, berkata: “Jika bertemu dengan bulan Ramadhan Nabi berdoa: Pertemukan bulan ini dengan kami dalam keadaan aman, iman, keselamatan, Islam, sehat yang prima, kebal dari penyakit, dan pertolongan untuk salat, puasa, dan membaca al-Quran” (al-Hafidz Ibnu Asakir, Tarikh Dimasyqa 51/186)

Syahdunya alam menyambut Ramadhan

Ramadhan
Ramadhan datang dengan segala kesyahduan
Debar-debar para penanti menunggu kedatanganya
Betapa indah menyambut bulan penuh kemenangan
Segala upaya dipersiapkan untuk jadi hamba yang lebih dekat
Menahan lapar dan dahaga di siang harinya
Berlomba untuk menghidupkan malamnya
Tadarus Al-Qur’an sungguh menenangkan
Sholawat kepada baginda Rasul betapa menenagkan
Pengharapan dan do’a betapa terus menggema kepada-Nya
Banyak kesibukan untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya berkah
Ramadhan, bulan berbenah
Ramadhan, bulan terindah
Ramadhan, bulan yang dirindukan
Selamat beribadah, selamat merenungkan banyak kesalahan
Betapa indah setiap detik waktu didalamnya
Mari berbuat yang lebih agar Ramadhan ini penuh makna
Mari menghidupkan Ramadhan dengan keseluruhan rasa bahagia
Senin, 1 Ramadhan 1440 H
di PP Al-Azkiya'
Fithrotul Azizah

Thursday, March 21, 2019

Mencoba Mengentas Malas

Malam semakin matang, beberapa jam lagi ufuk timur akan dihias mega merah fajar indah. Aku termenung di sela waktu menuju pagi ini, menyapa diriku yang terlalu lama terlelap dalam malas. Banyak orang berkata kemalasan akan membawamu kepada kegagalan, tapi bagiku malas laksana pisau bermata dua. Malas bisa membantumu beristirahat sejenak dari semua kelelahan yang ada dan malas lebih sering membuatmu menjadi orang yang mencampakkan waktu luang seenaknya. 

Begini lah, rasa sunyi dan dingin nya dini hari memanggil kembali jiwaku untuk sejenak duduk dalam renungan mengenai kemalasan (yang membuat banyak hal tertunda dan tidak jadi aku kerjakan). Aku menemukan sunyi ini dari kemalasan yang membosan kan, yang entah bagaimana memanggil alam bawah sadar ku untuk memarahi diriku sendiri, lebih tepatnya mungkin memarahi egoku yang terlalu dimanja malas. Bersyukurnya aku karena nyatanya aku memang telah terlampau malas dan kini mulai kembali sadar bahwa mode penyesuaian harus segera dihidupkan.

Mode penyesuaian? Apa itu? Hemat ku itu adalah mode dimana aku harus lebih memaknai waktu dengan lebih baik. Dengan lebih mendekat kembali kepada Tuhan dan mengirim banyak-banyak sholawat kepada Baginda Nabi. Dengan lebih menyepi dalam ramai dunia yang tiada henti mendengung di hati dan kepala ku. Merasa sepi dalam keramaian tidaklah masalah bagiku, sepanjang itu untuk menjadi kan aku fokus pada apa yang harus aku kerjakan (sendiri) dan menolak segala kemewahan leha-leha yang bisa aku lakukan dalam keramaian waktu luang itu sendiri.

Aku dalam label sapaan ini sejujurnya sedang menyapa diriku sendiri, sejauh apa aku telah melangkah di ujung waktu perkuliahan? Sudah semester enam tapi kelakuan masih ambrul adul seperti ini. Kalau memang ternyata malas merajai diri pastilah ada kesalahan yang telah aku perbuat sehingga mengundang malas itu sendiri. Semua ini aku yang menyebabkan dan aku yang harus menanggung konsekuensinya. Bukankah begitu? Karenanya beruntunglah bagi kalian yang memahami betapa pentingnya menghargai waktu luang dan kesehatan yang Allah berikan kepada kalian.

Hidup yang hanya sekali ini teramat pahit jika kita terlalu mengejar dunia dan akan teramat beresiko jika hanya mengejar akhirat. Hidup yang hanya sekali ini harus seimbang, menempatkan berbagai hal sesuai porsinya masing-masing. Dunia jalan dan akhirat tetap terpegang. Kalimat itu manis dikatakan tapi memang tidak mudah dilakukan. Tidak mudah bukan berarti imposible kan? Pasti bisa "mentas" dari rasa malas yang negatif ini. Berjalan perlahan dan tiada tergesa dalam menyalakan mode penyesuaian, bergegas dalam memperjuangkan impian kembali. 

Dalam kesyukuran, selalu ada jalan untuk kembali pulang dan duduk sejenak untuk melepas penat. Apapun keadaan yang sedang menyertaimu, apapun hidangan yang sedang kamu nikmati dan apapun takdir yang sedang kamu jalani. Ingat bahwa kita harus selalu mensyukurinya karena (kesadaran dan kebahagiaan) itu adalah nikmat Tuhan untuk hidup kita ini. Bismillah dalam mengawali langkah, pasti ada jalan keluar terbaik dari segala kesusahan dan kebahagian semu.


Sunday, March 17, 2019

Negeri Penuh Asa

Siapa mampu menembus batas akan menjadi pemenangnya, BENARKAH? Jikalau ternyata batas itu selalu bertambah seiring langkah kaki menjejak bagaimana? Sungguh realita kehidupan terlampau sering keluar dari ekspektasi yang ada. Mendobrak niat dan menempa diri tiada semudah membalikkan telapak tangan. Maka dari itu, mengulik asa serta mencari tanya dari apa yang mau dicapai adalah cara memanggil kembali semangat juang. Riuhnya dunia sering buat kita lalai, abai dan bersandar pada hal yang tiada kokoh untuk ditempati. Cari dan temukan tempat terbaik, tapi harus ada sakit yang dilalui. Bahagia itu memang sulit tapi nanti pasti akan ada senyuman nyata untuk kita nikmati bersama.

Negeri Penuh Asa

Bangun lah jiwa yang lama tertidur
Coba tanya kembali sudahkah bermanfaat kamu?
Bangun lah jiwa yang lama lepas
Coba ikat kembali dengan benang perjuangan

Ini tidak akan lama
Karena nyatanya waktu adalah reltivitas
Jika siang akan berganti malam
Maka awal akan berujung akhir

Aku dan dirimu tidak sama
Kita masih sama-sama mencoba
Mengingatkan menjadi lebih baik apa salahnya?
Karena nyatanya lelah selalu ada

Siapa yang akan menjadi masa depan?
Siapa yang akan gantikan yang sekarang?
Jawabannya ada di kita yang sedang berjuang
Jawabannya harus kita usahakan mulai dari sekarang

Kalau keindahan selalu ada melalui kepahitan
Jadikan pahit sebagai jalan banding penuh harap
Kalau ternyata tersesat kita dalam mencari
Jadikan lentera ilmu sebagai pelurus dan penunjuk hati

Wahai kawan mari saling mengingatkan
Meski kita tidak sama dalam fokus pekerjaan
Tapi paling tidak asa kita sama
Menjadikan negeri ini satu langkah lebih baik

Tuesday, March 5, 2019

Kesempurnaan Ilmu Al-Qur'an dan Sains

Judul : Nalar Ayat-Ayat Semesta : Menjadikan Al-Qur'an sebagai Basis Konstruksi Ilmu Pengetahuan
Penulis : Agus Purwanto, D.Sc
Editor : Yadi Saeful H, Henny Irawati
Tahun : Cetakan ke-tiga, Ramadhan 1436 H
Penerbit : Penerbit Mizan
Tebal buku : xvi + 558 halaman
ISBN : 978-979-433-865-0

Kesan pertama : "Begitu sempurnanya Allah menciptakan alam semesta ini, memahami dan memikirkan keteraturan dan kesempurnaan alam semesta akan mendekatkan kita pada Sang Penguasa yang sebenarnya."
Sampul depan buku
Buku ini ditulis oleh seorang doktor ahli fisika teoritis lulusan Universitas Hirosima, Jepang. Buku ini adalah lanjutan dari buku sebelumnya berjudul : Ayat-Ayat Semesta:Sisi-Sisi Al-Qur'an yang Terlupakan. Buku ini secara keseluruhan membahas mengenai ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur'an yang tafsirnya berkaitan dengan ilmu alam. Banyak pula dibahas mengenai dasar ilmu filsafat tentang alam semseta ini, kemudian dilanjutkan dengan pemahaman terjemahan penggalan Al-Qur'an yang menginformasikan ilmu pengetahuan alam dan di jabarkan lagi keilmuan tentang alam semesta dengan detail oleh penulis.

Buku ini terdiri dari enam bab yaitu : Islam dan Sains; Kosmologi; Astronomi; Biologi; Kuantum; Estetika dan Teknologi. Dalam bab pertama ini penulis mengajak pembaca untuk memahami keilmuan yang dibangun mulai zaman Yunani kuno, dimana ilmu pengetahuan bertumpu pada para filosof. Kemudian dibahas perkembangan pengetahuan pada era Eropa modern yang mana para ilmuan muslim menjadi penggerak utama ilmu pengetahuan. Dituliskan pula kisah perkembangan ilmu fisika mulai kemunculan teori gravitasi oleh Sir Issac Newton, lalu teori Gelombang Elektromagnetik, teori Relativitas oleh Einstein, hingga teori Kuantum. 

Dalam bab pertama ini juga dituliskan mengenai hubungan Al-Qur'an dan akal, dimana dituliskan kumpulan ayat-ayat Al-Qur'an yang memuat pesan mengenai kesempurnaan alam semseta ini. Penulis juga menulis daftar ayat-ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan benda dan fenomena yang ada di alam, seperti air, angka, besi, fatamorgana, laut, malam dan lain-lain. Penulis menyebutkan bahwa "Islam datang bukan untuk menghapus paham-paham atau ajaran yang pernah ada sebelumnya. Sebaliknya Al-Qur'an hadir untuk meluruskan yang menyimpang dan menyempurnakan yang kurang...". Penulis juga menuliskan subab yang berisi pentingnya kita memahami bahasa Arab dan tata bahasanya agar kita bisa memahami Al-Qur'an seutuhnya. Di bab ini dituliskan dasar-dasar ilmu tata bahasa Arab bagi pembaca, dengan tabel, diagram dan contoh pengaplikasian tata bahasa memberikan pembaca informasi yang lebih banyak mengenai bahasa Arab. Di akhir bab pertama ini juga dituliskan kisah-kisah menginspirasi dalam perjuangan (dalam sunyi) untuk ilmu pengetahuan, dimulai dari kisah Paul Dirac, kisah Micho Kaku, kisah Abdul Salam, kisah Ahmed Hasan Zewail, kisah Terry Mart hingga kisah Mikrajuddin.

Di bab kedua, penulis mengajak pembaca mengetahui pembentukan alam semesta pada kejadian yang terkenal dengan nama "Big Bang". Dituliskan tentang penjelasan partikel-partikel dasar di awal terbentuknya alam semseta yaitu quark, anti-quark, lepton, dan anti-lepton. Disebutkan oleh penulis di awal pembentukan alam semesta yaitu : "Semua berada dalam jumlah yang banyak sekali dan saling berinteraksi satu sama lain melalui pertukaran gluon, foton, dan boson .". Dituliskan pula mengenai besi yang merupakan inti paling stabil dan unsur yang paling berat yang dapat diciptakan di pusat bintang. Dijelaskan pula mengenai struktur ruang waktu, gravitasi yang melengkungkan ruang dan waktu dan efeknya pada pergerakan bumi.

Bab ketiga berjudul Astronomi, membahas mengenai kejadian-kejadian astronomi yang berkaitan dengan planet bumi. Dimulai dari penjelasan gunung-gunung yang bergerak, tempat terbit dan terbenamnya matahari, garis arah timur-barat, penentuan arah kiblat, penentuan waktu sholat, musim dan kalender hingga langit dan hiasannya. Setiap pembahasan selalu diawali dengan ayat-ayat Al-Qur'an, kemudian arti kata-katanya dan tafsirnya lalu dilanjutkan dengan pembahasan detail akan setiap astronomi yang ada di bumi. Jika memang ada pemikir yang mengatakan pendapat yang bertentangan dengan AL-Qur'an penulis akan meluruskannya dengan : "Karena Al-Qur'an pasti benar, yang harus dikoreksi adalah pemahaman dan kerangka berpikir kita....".

Bab keempat berjudul Biologi, membahas semut dan tumbuhan-tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam bab ini  dituliskan mengenai ratu semut dalam Al-Qur'an surat Al-Naml:18, dengan pemahaman tata bahasa yang lebih rinci seekor semut yang mengkoordinasi semut lainnya adalah ratu semut. Bab selanjutnya berjudul Kuantum, membahas mengenai gelombang longitudinal dan tranversal dalam konteks indrawi manusia, dijelaskan pula mengenai materi dan ruang dalam kemudian tentang dunia mikro yang sangat unik. Bab terakhir berjudul Estetika dan Teknologi, membahas mengenai kesimetrisan semua yang ada di alam ini, mulai dari letak Ka'bah, pada butiran salju hingga pada sayap kupu-kupu. Dijelaskan pula mengenai ketetapan alam dan bilangan ilmiah yang mengagumkan, penjelasan mengenai besi dan logam lain yang bisa digunakan untuk mengecor hingga penjelasan mengenai perahu layar dan kapal laut.

Secara keseluruhan buku ini membawa pembaca kepada pemahaman lebih mendalam mengenai pentingnya menyeimbangkan pengetahuan agama dan pengetahuan alam. Dengan dasar filosofi, ilmu pengetahuan alam dan bahasa yang mudah dimengerti membuat pembaca tergugah untuk memahami lebih dalam mengenai Islam dan Sains. Teknologi yang berkembang sejauh ini adalah buah ilmu pengetahuan dan manusia sebagai makhluk yang diciptakan Allah bertugas menjaga bumi ini, jika sebagai manusia yang berilmu kita tidak mengnal akhlak baik dan etika yang baik maka akan sia-sia ilmu kita. Pembaca diajak untuk merenungkan lebih jauh mengenai kekuasaan Allah yang Allah tuliskan dalam Al-Qur'an dan pembaca diarahkan untuk merenungi bahwa ilmu pengetahuan itu sangat indah jika kita memahami dengan benar dan dengan dasar yang kokoh. Terakhir melalui buku ini penulis dapat menyampaikan pesan bahwa :
"Umat Muslim harus senantiasa merenungkan ayat-ayat kauniyah demi tumbuhnya kecintaan pada sains. Al-Qur'an tidak lagi dipahami sekedar katalog setelah mati maupun setelah Hari Kebangkitan, melainkan dipahami secara lebih lengkap dan terpadu."

Kebebasan di dalam Negeri #Jancukers

Judul : Republik #Jancukers
Penulis : Sujiwo Tejo
Editor : Mulyawan Karim
Tahun : Cetakan ke-tujuh, September 2016
Penerbit : Penerbit buku kompas
Tebal buku : xvi + 400 hlm; 14 cm x 21 cm
ISBN : 978-979-709-677-9

Kesan pertama : "Kejujuran dalam menuliskan fakta membuat mata dan hati terhenyak akan keadaan yang ada."

Sampul depan
Buku yang ditulis oleh seorang dalang yang dulunya wartawan, yang mana buku ini ditulis untuk mengutarakan gagasan-gagasan yang dinilai mulai tercerabut dalam kebiasaan bermasyarakat. Banyak norma yang diabaikan dan terlalu banyak drama dalam pemerintahan beberapa kali disorot dalam buku ini. Di bagian pengantar Sujiwo Tejo menuliskan:
"Jika dengan Jancuk pun tak sanggup aku menjumpaimu, dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu..."
Perlu diperhatikan bahwa kata "Jancuk" disini adalah untuk sapaan akrab yang biasa digunakan di Surabaya. Buku ini ditulis dalam bahasa Indonesia, didalam buku ini disertai album musik berbahasa jawa dan bahasa Inggris yang ditulis langsung oleh Sujiwo Tejo.

Buku ini dibagi menjadi tiga belas subab dengan enam sampai tujuh cerita di dalamnya. Setiap bab dan subab diberi judul yang unik, aneh dan nyleneh. Dimana di dalam ceritanya merupakan gabungan cerita tokoh pewayangan, kehidupan sosial dan skandal pemerintahan. Setiap cerita disajikan dengan kata-kata yang mudah dicerna, cukup menghibur dan sindirannya sangat mengena. Cerita dalam buku ini juga memuat banyak anekdot, anekdot yang notabenenya langsung diperuntukkan kepada para penguasa yang masih lalai dalam mengabdi.

Sujiwo Tejo menggunakan istilah "negeri #Jancukers" untuk menjadikannya lebih etis karena memang tidak bisa lansung menyebutkan negeri kita sendiri. Contohnya di subab berjudul Valentine dituliskan : "Pertama, di negeri #Jancukers mirip-mirip NKRI. Susah sekali mendapatkan mawar hitam...". Dalam beberapa cerita di buku ini sering di cantumkan cuitan twitter yang berisi pertanyaan atau pernyataan untuk Sujiwo Tejo. Contohnya di akhir subab berjudul Valentine dituliskan : "@saukirdwn: Berarti menjelang Valentine UMR naik?" lalu Sujiwo Tejo menjawab : "Heuheuheuheu.... Cinta kan tak cuma ada di hari Valentine. Sama halnya, apakah di luar Hari Kartini berarti Hari Kartono"?.

Cerita yang disodorkan memang campuran genre komedi serta topik yang berganti dengan baik di setiap bab nya membuat pembaca tidak jenuh dan ingin melanjutkan bacaan ke halaman selanjutnya. Namun sedikit kekurangan dalam buku ini adalah begitu kentalnya bahasan politik di beberapa titik, sehingga bagi pembaca yang tidak mengikuti kejenuhan politik di negeri ini perlu membuka referensi dari berita-berita yang dimuat di koran. Selebihnya, buku ini patut diapresiasi karena keterbukaannya dalam membahas permasalahan yang ada, kadang ada masalah yang perlu nasehat, ada masalah yang hanya perlu ditertawakan dan ada masalah yang mana kita cukup tahu saja.

Monday, March 4, 2019

Menertawakan Patah Hati

Judul : Koala Kumal
Penulis : Raditya Dika
Editor : Windy Ariestany
Tahun : Cetakan pertama, 2015
Penerbit : Gagas Media
Tebal buku : x + 250 hlm; 13 x 20 cm
ISBN : 979-780-769-X


Kesan pertama : "Move on itu tidak sesederhana kata orang, tapi bersama Raditya Dika menertawakan move on itu seru."

Sampul depan buku
Buku bergenre komedi ini dikemas dalam bahasa yang ringan dan sangat kocak. Berisi 12 kisah nyata dari penulis yang mengajak kita bernostalgia tentang betapa perlunya menertawakan kehidupan kita. Kebanyakan cerita yang disajikan merupakan cerita patah hati, namun karena ditulis dengan sedemikian rupa menjadikan pembacanya tidak larut dalam kesedihan justru memaknai kesedihan dengan makna berbeda. Memaknai kegelisahan hidup dengan bijak dan memilih titik yangtepat untuk memunculkan komedi yang fresh.

Daftar cerita yang pertama sampai ke duabelas :
Ada Jangwe di Kepalaku, Ingatlah Ini Sebelum Bikin Film, Balada Lelaki Tomboi, Panduan Cowok dalam Menghadapi Penolakan, Kucing Story, LB, Perempuan Tanpa Nama, Menciptakan Miko, Lebih Seram dari Jurit Malam, Patah Hati Terhebat, Aku Ketemu Orang Lain dan Koala Kumal.

Membaca buku ini seperti yang dikatakan penulisnya di bagian prakata bisa dimulai dari bab mana saja karena memang setiap bab memiliki awal dan akhir cerita masing-masing. Memang tidak semua bab memiliki komposisi komedi yang sama, tinggal bagaimana pembaca mencerna komedi yang dibangun penulis. Buku ini sangat mudah dibaca untuk berbagai kalangan karena bahasanya merupakan bahasa keseharian dan bahasannya juga tentang kehidupan kita. Bercerita tentang kisah persahabatan, keluarga hingga kisah pacaran yang berakhir patah hati.

Penulis secara keseluruhan mengajak pembaca bahwa patah hati itu terjadi dalam berbagai aspek kehidupan kita. Tidak hanya tentang jodoh (meski memang patah hati itu identik dengan jodoh dan jomblo), tapi juga tentang patah hati dalam perenungan fakta yang ada di masyarakat. Patah hati juga mampu membuat orang tersebut berbeda. Buku ini cocok untuk membuat kita tertawa akan hal yang kadang kita abai untuk mensyurinya yaitu patah hati.

Sumber gambar sampul depan buku : https://gagasmedia.net/product/koala-kumal-edisi-revisi/ 

Ngaos Jum'at Pagi - Menghidupkan Malam Hari Raya Idul Fitri

Jum'at, 30 Ramadhan 1447H Ngaji Jum'at Pagi Masjid Baitussaid Talok Perbedaan adalah rahmat, justru jika saling menyalahkan tidak se...