Thursday, November 16, 2023

Mendedah Bid'ah

Masjid Al-Hikmah, 2 Jumadil Ula 1445 

Ustadz Faris Khoirul Anam


Perbedaan adalah sebuah niscaya, karena setiap ulama bisa memiliki pendapat. 


>> Definisi bid'ah 

"Bid'ah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikenal (terjadi) pada masa Rasulullah SAW." (Imam Izzuddin bin Ibn Salam) 


"Bid'ah adalah mengerjakan sesuatu yang baru yang belum ada pada masa Rasulullah SAW." (Al-Imam Nawawi) 


"Bid'ah menurut bahasa adalah sesuatu yang dikerjakan tanpa mengikuti contoh sebelumnya. Yang dimaksud bid'ah disini adalah sesuatu yang dikerjakan tanpa didahului pengakuan syara' melalui al-Qur'an dan Sunnah." (al-Imam al-Amir al-Shan'ani) 


>> Pemetaan Bidah

1. I'tiqadiyah (aqidah) 

Empat madzhab sepakat bahwa bid'ah aqidah semuanya jelek, semuanya tidak baik. 

Ruang lingkup aqidah : keTuhanan, kenabian, hal-hal ghaib (contohnya peristiwa Isra' Mi'raj). 


2. Amaliyah (ubudiyah) 

Bagian a : Ulama yang membagi bid'ah (Hasannah dan Sayyi-ah) 

Bagian b : Ulama yang tidak membagi bid'ah (semuanya Sayyi-ah) 


Kesimpulan :

>> Tidak ada yang baru dalam konsep bid'ah. 

>> Menurut mayoritas ulama, bid'ah adalah perbuatan, bukan hukum. 

>> Terdapat perbedaan pendapat diantara ulama tentang bid'ah hasanah. Menurut mayoritas ulama mengakui keberadaan bid'ah hasanah, minoritas ulama tidak mengakui bid'ah hasanah. 


Pembahasan ulama tentang bid'ah selesai dalam abad ke - 8 hijriah. 

Bid'ah itu adalah perbuatan, maka hendaknya kita hukumi. 

Ulama dalam mendefinisikan bid'ah itu dengan kata "mengerjakan" jadi bid'ah itu adalah perbuatan. 


Just info :

Imam Izzuddin bin Ibn Salam disebut the king of ulama. 

Imam Nawawi adalah salah satu ulama yang tidak menikah, tapi beliau punya anak secara ideologis (murid beliau). Imam Nawawi ini merupakan ulama yang menulis banyak kitab, rata-rata beliau menulis 18 lembar setiap harinya. 

"Kalau kamu menikah, carilah pasangan yang membuat kamu semakin taat kepada Allah SWT. Kalau belum ada yang seperti itu, jomblo saja dulu."

Nama imam dan nama madzhab itu banyak yang berbeda. 

Kenapa ada perbedaan? Karena ada dalil absolut (qod'i) dan dalil teoretis. Contoh dalil mutlak : kewajiban sholat, haramnya zina. Maka ulama yang berijtihad bukan pada dalil qod'i, tapi oada sesuatu yang bersifat ghonni (teoretis). Maka nanti akan ada kesepakatan dan perbedaan antar ulama dalam mengkritisi masalah teoritis. 

Orang itu kadang mengingkari karena kurang informasi. 

Dalil yang digunakan bisa sama, tapi penafsirannya bisa berbeda.


Q&A :

Bagaimana menyikapi pendapat seorang (yang katanya ahli) dimana dia menyatakan bahwa hubungan seks diluar pernikahan itu diperbolehkan? 

Maknai pendapat itu dengan pendekatan naluriah. Analogi kan, apabila ibumu yang dizinai oleh orang lain, apakah engkau ridho? Apakah kau rela bila adik perempuan mu, atau kakak perempuan dizinai oleh orang lain? Apakah kau ridho anak perempuan mu dinodai kesuciannya oleh orang lain? 

Maka pasti kau tidak rela hal buruk itu terjadi pada ibumu, pada keluargamu, pada anak perempuan mu. 

Seperti itu pula kita menyikapi hal lain yang dilarang oleh Allah. Permisalan lainnya, kita suka menggibah, lalu kita juga tahu bahwa gibah itu adalah haram. Maka tempatkanlah dirimu sebagai yang digosipkan oleh orang-orang. Apakah kamu suka bila dirimu digunjinggan, digosipkan dan dibicarakan hal-hal tidak baik oleh orang lain? Maka sebagaimana kamu tidak suka dirimu digunjingkan, maka janganlah bergosip.



Tuesday, October 31, 2023

Keajaiban Toko Kelontong Namiya : Para Konsultan Handal

 


Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya oleh Keigo Higashino ini mengusung konsep misterius namun santai. Kisahnya diawali dengan acara kabur dari para pencuri kelas teri yaitu Shota, Atsuya dan Kohei. Ditengah usaha mereka untuk kabur mobil yang mereka curi kehabisan bahan bakar dan mereka memutuskan untuk menunggu fajar tiba di sebuah ruko kosong di pinggir kota. Kisah seru ini dimulai dengan datangnya surat pertama dari Kelinci Bulan yang mengkonsultasikan masalah asmara dan impiannya.


Ketiga sohib itupun (setelah berselisih paham) menjawab surat si Kelinci Bulan. Jawaban yang mereka berikan sangat menohok bagi Kelinci Bulan. Kemudian mereka berkorespondensi dengan cara yang awalnya ganjil dan ajaib. Tiga sohib itu akan menerima surat dari pintu gulung di depan toko kelontong, lalu mereka akan meletakkan surat balasan di kotak susu yang berada di belakang rumah. 


Setelah saling mengkonfirmasi dengan pengirim surat misterius, mereka kemudian sadar bahwa surat-surat itu datang dari masa lalu. Dimana ketika pintu ruko tersebut ditutup, aliran waktu bagi orang yang berada di dalam ruko akan terhenti. Mereka baru menyadari keajaiban ini ketika ada salah satu diantara mereka yang keluar untuk membeli minum, dia hanya keluar beberapa menit, namun bagi kedua teman yang ada di dalam ruko waktu seakan suadah berjalan satu jam. Karena tiga sohib ini tidak memiliki tempat tujuan lagi untuk bersembunyi, merekapun memutuskan untuk membalas surat-surat yang datang dari masa lalu itu.


Sebenarnya toko kelontong Namiya ini adalah milik keluarga Namiya, yang mana sesi konsultasi dimulai oleh kakek Namiya. Kakek Namiya ini awalnya hanya membantu menjawab keluh kesah anak-anak perihal masalah mereka di sekolah, candaan mereka tentang apa yang ada di sekitar mereka. Hingga suatu hari kakek Namiya ini mendapat sepucuk surat yang berisi masalah pelik yang dialami oleh seorang anak SMP dari keluarga kaya. Sejak saat itulah kakek Namiya mulai menerima konsultasi masalah kehidupan. Mereka yang ingin berkonsultasi dipersilakan menaruh surat di pintu gulung yang terletak di depan toko, kemudian paginya surat balasan akan diletakkan oleh kakek Namiya di kotak susu belakang rumah untuk kemudian diambil oleh yang bersangkutan.


Hemat saya, yang membuat novel ini menarik, adalah pengemasan kisah yang misterius. Alur yang digunakan oleh penulis adalah alur maju mundur. Serta digunakan beberapa sudut pandang cerita, dimana dalam satu bab bisa jadi terdapat beberapa sudut pandang yang berbeda. Namun hal itu bukannya malah membuat pusing, justru membuat pembaca tertantang untuk membaca lebih jauh. Masalah yang dihadirkan oleh penulis juga merupakan masalah yang beraneka rupa. Mulai dari masalah yang santai hingga masalah yang mungkin dianggap tabu oleh masyarakat. Mungkin novel ini lebih tepat dikategorikan sebagai novel psikologi, karena sarat akan nasehat dan pemaknaan dalam kehidupan. Kisah dan cara penyampaian yang digunakan penulis mampu masuk kedalam lubuk hati pembaca. Membuat pembaca merenungi hidup dari sudut pandang yang beraneka rupa.


Beberapa kutipan dari novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya oleh Keigo Higashino : 


“Aku ingin kau, termasuk aku, bisa menghargai nyawa seseorang.”


Satu-satunya alasan nasihatku bisa membantu mereka tidak lain karena niat di pengirim surat sendiri. Senadainya mereka tidak berkeinginan menjalani hidup dengan baik dan tekun, mungkin jawaban apa pun yang kuberikan tidak akan ada gunanya bagi mereka.


Akan tiba masa dimana sekedar lulus dari universitas belum tentu menjamin Anda mendapat pekerjaan.


“Bagiku, membuang cita-cita demi orang yang dicintai jauh lebih menyakitkan daripada kematian. Meskipun terpisah jauh, hati kita akan selalu satu. Kau tak perlu khawatir lagi karena aku ingin kau terus mengejar impianmu tanpa penyesalan.”


Cobalah untuk mengubah sudut pandang. Karena peta Anda masih berupa kertas kosong, Anda jadi bebas menggambar apa saja. Semuanya terserah pada Anda. Anda bebas melakukan apa saja karena kesempatan terbentang luas di hadapan Anda. Bagi saya, ini adalah hal yang menakjubkan. Percayalah pada diri sendiri. Saya do’akan semoga Anda bisa menjalani hidup dengan bebas tanpa penyesalan.

Monday, October 16, 2023

Gadis Kretek : Perihal Kisah, Sejarah, Budaya dan Perempuan

 ***

Novel Gadis Kretek oleh Ratih Kumala


Novel ini menggunakan alur maju-mundur, dan menggunakan cara bercerita yang berbeda-beda di setiap bagiannya. Ada bagian yang diceritakan dari sudut pandang tokoh Lebas sebagai “aku” dan banyak bagian lainnya dituliskan dalam sudut pandang orang ketiga sebagai pencerita.


Novel ini menceritakan tiga generasi sekaligus. Mulai dari zaman peralihan penjajahan Belanda dan Jepang hingga kemudian Indonesia merdeka. Kemudian zaman ketika PKI sedang santer sampai sejarah kelam ex-PKI. Diakhirkan pada zaman modern, dimana semua hal (seakan) menjadi lebih mudah dan lancar.


Kisah dibuka dengan gegernya keluarga akibat sang Romo (yang mengalami sakit tak berkesudahan) menyebut-nyebut nama Jeng Yah, seakan permintaan terakhir Romo adalah Jeng Yah. Dikatakan geger karena sang Ibu kemudian sangat marah dan dendam ketika nama Jeng Yah disebut-sebut. Membuat tiga bersaudara (Tegar, Karim dan Lebas) mau tidak mau harus mencari kabar dari Jeng Yah.


Dalam perjalanan tiga bersaudara menelusuri jejak Jeng Yah, penulis mengajak membaca mengarungi sejarah yang berkelindan dari rokok Djagat Raja. Dimulai dengan kisah cinta dan persaingan tokoh Idroes Moeria dan Soedjagat dalam memperebutkan Roemaisa, anak si Juru Tulis. Dari kisah ini yang patut digarisbawahi adalah tekad kuat dari Roemasia yang bertahan dengan sangat baik saat sang suami Idroes Moeria diculik oleh tentara Jepang. Kemudian tekad kuat yang dipegang teguh oleh Idroes Moeria dalam memperjuangkan apa yang dia yakini (lebih keren disebut visi dan misi).


Kemudian penulis juga mencoba menonjolkan budaya yang mungkin dianggap masih tabu yaitu perokok wanita. Dimana dalam novel ini dua tokoh perempuan tangguh yaitu Roemasia dan anak sulungnya Dasiyah tidak jauh-jauh dari barang yang bernama rokok. Penulis mencoba mengangkat sisi lain dari perempuan lewat dua tokoh tersebut. Bahwa perempuan itu bukan hanya simah (isi rumah) yang menjadi pelengkap dalam kedigdayaan suami sebagai laki-laki. Perempuan adalah tonggak, yang bisa berdiri dengan teguh, yang juga memiliki keyakinan, cita-cita dan juga berhak menentukan keputusan sendiri. Penulis dengan apik memoles kepribadian kedua tokoh tersebut dengan baik tanpa kehilangan sisi feminim tokoh tersebut.


Kehidupan yang bergulir, silih berganti ditunjukkan dengan apik oleh penulis. Dimana penulis mampu meramu berbagai pahit manis kehidupan dari kisah-kisah yang dialami oleh tokoh. Dengan banyaknya sudut pandang dalam memaknai suatu peristiwa penulis sebenarnya sedang menunjukkan, bagaimana sesuatu dikenang oleh pihak yang kalah dan oleh pihak yang menang. Namun sekali lagi, dalam novel ini kemanangan dan kekalahan dikaburkan oleh takdir yang bisa dibilang realistis.


Sebuah peringatan : penulis dengan sangat cerdik menjadikan pembaca seakan candu dengan kisah ini, dan pada akhirnya ceirta ditutup dengan plot twist yang sangat-sangat realistis.


Selamat membaca sembari menikmati sensasi rokok yang candu dalam kisah Gadis Kretek oleh Ratih Kumala.


***



Monday, August 28, 2023

If You could Go Back, Who would You Want to Meet? (1)

 


Funiculi Funicula (Before the Coffee Gets Cold) – Toshikazu Kawaguchi


Kafe kecil di Tokyo bernama Funiculi Funicula milik Nagare Tokita terkenal karena bisa mengantarkan pelanggannya melintasi waktu. Namun, banyak pelanggan yang menyerah karena peraturan yang dibuat sangat rumit. Pertama, orang yang bisa kamu temui adalah yang pernah berkunjung ke kafe. Kedua, semua yang kamu lakukan tidak akan mengubah masa kini, apapun alasannya. Ketiga, untuk kembali ke masa lalu, kamu harus duduk di sebuah kursi tertentu. Jika kursi tersebut masih ditempati, maka kamu harus menunggu sampai kursi itu kosong. Keempat, kamu tidak bisa pergi dari kursi itu saat menjelajah waktu. Terakhir, perjalanan mu dimulai saat kopi dituangkan dan harus berakhir saat kopi telah dingin.

Orang yang menuangkan kopi (yang akan mengantarkan mu ke masa lalu) beranama Kazu Tokita, hanya dia yang bisa melakukan ritual tersebut. Seorang wanita bergaun putih yang selalu duduk di kursi adalah hantu, dan bila kamu memaksanya pindah dari kursi kamu akan terkena kutukan. Terdapat tiga jam di dalam kafe, tapi hanya ada satu yang menunjukkan waktu yang sebenarnya. Interior kafe berisi benda-benda antik, tidak ada jendela di dalamnya, sehingga suasana kafe akan tetap sama entah itu siang atau malam hari.


1.       Kekasih

Kisah pertama adalah perpisahan sepasang kekasih di kafe itu. Fumiko ditinggalkan oleh kekasihnya Goro untuk pergi ke Amerika demi meraih impiannya. Satu pekan berlalu dan Fumiko yang patah hati meminta dengan sangat untuk dikembalikan ke masa lalu, disaat Goro memutuskan hubungan mereka.

 

2.       Suami – Istri

Kisah kedua adalah sepsang suami istri, dimana sang suami Fusagi menderita Alzheimer, yang bahkan membuatnya melupakan sang istri Kotake. Fusagi adalah pelanggan kafe yang menanti giliran untuk kembali ke masa lalu guna menyerahkan sepucuk surat kepada Kotake. Suatu malam Kotake secara tidak sengaja mendapati wanita bergaun putih itu bangkit dari tempat duduknya. Kotake kemudian melakukan perjalanan ke masa lalu untuk menemui Fusagi dan meminta surat yang seharusnya sejak lama sudah dia terima.

 

3.       Kakak – Adik

Kisah ketiga adalah kisah kakak (Hirai) dan adik (Kumi). Hirai memutuskan keluar dari keluarganya sejak umur 18 tahun untuk hidup bebas mengejar impiannya di Tokyo. Sedangkan Kumi terpaksa harus menjadi manager penginapan keluarga di Sendai, Prefektur Miyagi. Kumi yang pantang menyerah terus mengunjungi Hirai untuk berkenan pulang. Tragisnya, Kumi mengalami kecelakaan mobil saat pulang dari Tokyo. Hirai yang bersedih dengan segenap jiwanya, mencoba pergi ke masa lalu untuk bertemu mendiang sang adik.

 

4.       Ibu dan Anak

Kisah terakhir adalah kisah Kei, istri Nagare yang sedang hamil dengan sangat kesakitan akibat penyakit jantung yang dideritanya sejak kecil. Kei yang ingin terus mempertahankan kehamilannya mengkhawatirkan sang bayi yang mungkin saja akan tumbuh besar tanpa kasih saying Kei. Untuk menguatkan tekadnya mengandung sang buah hati, Kei meminta diantarkan ke masa depan, masa dimana sang anak telah hadir di dunia.

Penulis menuangkan kisah keseharian yang menarik dalam karyanya. Dimana para tokoh memiliki latar belakang yang beragam, namun kisahnya meresap dalam sanubari banyak orang. Berkaitan dengan penyesalan, kesedihan, ketakutan dalam menerima kenyataan sampai harapan yang rela digenggam untuk melanjutkan hidup. Dalam seluruh kisahnya, para tokoh telah merelakan segala ekspektasi yang mereka miliki, mereka rela mematuhi peraturan rumit hanya untuk bertemu orang yang mereka cintai. Meskipun kenyataan tiada yang berubah, namun dengan melintasi waktu mereka mendapatkan kekuatan baru.

Kafe Funiculi Funicula memberikan kesempatan untuk menjelajah waktu, tidak untuk mengubah keadaan. Kesempatan itu digunakan untuk mengubah pemikiran sang penjelajah. Life goes on, yang pergi tetap tidak bisa tinggal, namun yang tinggal harus berjuang sampai akhir.


Sebuah kutipan dari novel ini :

Pada akhirnya, kenyataan tidak berubah bagi mereka yang kembali ke masa lalu ataupun mereka yang pergi ke masa depan. Lalu, apa istimewanya kursi ini?

Akan tetapi, Kazu memilih untuk terus meyakini bahwa kekuatan hati cukup bagi seseorang untuk melewati kenyataan yang dihadapinya, sepahit apapun kenyataan itu. Meskipun tak bisa mengubah kenyataan, asalkan masih ada hati yang tergerak untuk berubah, selama itu pula kursi tersebut istimewa. 




Tuesday, August 22, 2023

Kunci Hidup adalah Ilmu dan Kunci Ilmu adalah Belajar

 



Dr Fahrudin Faiz | Ngaji Filsafat


Dr Fahrudin Faiz | Ngaji Filsafat


Nasehat dari Seneka tentang pelajaran hidup


Kita tidak belajar di sekolah, tetapi yang utama adalah belajar di kehidupan nyata.

Pelajaran yang paling penting, yang banyak menghuni pikiran kita adalah pengalaman kita dalam mengalami kehidupan nyata. Karena wawasan di sekolah itu ilmunya berjarak dengan lingkungan, atau sifatnya idealistis. Sedangkan pelajaran hidup dari dunia nyata itu realistis. Maka, mari kita hidupkan semangat belajar dalam detik demi detik kita hidup. Motto nya adalah siapapun orangnya adalah guru, tempat apapun adalah sekolah, peristiwa apapun hakekatnya adalah pelajaran-pelajaran. Ingat, banyak orang pintar yang ilmunya dan kenyataan hidupnya tidak nyambung. Ilmunya sebenarnya sangat utama dan mulia, tapi tidak kontekstual, akhirnya hanya dihafalkan saja. 



Tidak mudah mengajak orang kepada kebaikan dengan pelajaran, lebih mudah melakukannya dengan teladan.

Mengajar itu yang paling mudah ditangkap adalah dengan contoh. Daripada menghafalkan teori sholat, lebih baik langsung mencontohkan inilah sholat yang benar. Ini persis seperti Kanjeng Nabi, pelajarannya adalah saat Nabi sholat, ada contoh kongkrit. Jadi mengajak kepada kebaikan adalah mencontohkannnya, lalu ditunjukkan manfaat yang diddapat dengan melakukan kebaikan itu. 



Nasehat dari Seneka tentang buku :



Leisure without books is death, and burial of a man alive.

Jadi, kesenangan tanpa buku adalah kematian dan kuburan bagi seseorang yang hidup. Ayo kita senang dan bergembira dalam hidup ini, tapi tetap harus ada ilmu dan wawasan yang bertambah. Kalau hanya senang-senang, ngopi, ngerokok, ngumpul, tapi tidak ada buku atau pengetahuan yang bertambah, itu kematian. Maka ini adalah doroangan kepada kita untuk belajar dimanapun dan kapanpun.



It does not matter how many book you have, but how good the books are with you have. (Dan sejauh mana engkau membaca buku-buku itu)

Tidak masalah berapa banyak buku yang kamu miliki, namun seberapa bagus buku yang kamu miliki. Kualitas lebih penting daripada kuantitas, karena bagusnya buku membentuk gagasan dan caramu berpikir. Namun kini, banyak orang hanya sebagai kolektor buku, tapi tidak dibaca, apalagi sekarang sangat mudah mendownload buku. Jangan jadi kolektor buku, jadilah pembaca buku! Buku itu bukan barang koreksi, buku itu harus dibaca, dipelajari dan diambil ilmunya. 



Saya tidak akan pernah malu mengutip penulis yang buruk jika kalimatnya bagus.

Jadi, membaca, mengutip isi buku atau membeli buku adalah dilihat isinya, apabila kalimatnya bagus dan kayak, maka ambillah. Jangan pedulikan image penulisnya baik atau bagiamana. Bersikaplah objektif, jangan hanya melihat afiliasi atau latar belakang si penulis. Ingat, kadang dalam hal yang buruk ada kebaikan yang bisa kita ambil dan dalam hal yang baik ada keburukannya, sehingga kita harus kritis. Lihatlah apa yang dikatakan, jangan melihat siapa yang berkata.



Setiap malam, sebelum tidur kita harus bertanya kepada diri kita : 

  1. Apa perjuanganku mengatasi kekurangan, kelemahan ku hari ini?
  2. Apa tindakan (perlakuan) ku yang menunjukkan kebajikan, sesuai yang aku mampu hari ini?


Hari-hari kita haruslah dari kebaikan menuju lebih baik, dari kebenaran menuju lebih benar, dari kekurang sempurnaan menuju lebih sempurna. Jadi, mari kita instropeksi diri, muhasabah diri di setiap hari. Kelemahan apa yang bisa kita taklukkan? Misalkan, biasanya aku malas ngaji, padahal aku tahu ngaji itu baik. Nah, hari ini aku sukses menaklukkan diriku, aku sudah mulai ngaji sekarang. Sudahkah kamu berusaha menaklukkan kelemahan kamu? Kebajikan juga seperti itu, kita hidup punya kekurangan tapi juga dianugrahi banyak kelebihan. Nah misal, aku kalau ngomong menyenangkan, hari ini aku menyenangkan teman, peduli dengan teman lewat WA atau medsos yang lain.

Monday, August 7, 2023

Hidup : Perjalanan; Tantangan; Putus Asa; Sabar

 



“Kalau ingin meraih keindahannya harus siap dengan pahitnya.”


Nasehat dari Syeih Hazrat Khan, yaitu hidup itu ada baik, ada buruk, ada naik, ada turun. 

Ketika menemui kegagalan dalam hidup, maknai kegagalan itu sebagai sarana evaluasi, agar pada kesempatan berikutnya bisa lebih baik lagi. Karena kemalangan terbesar adalah saat kita berhenti mencoba, tidak bergerak kemanapun. Ingat, hidup ini adalah sebuah perjalanan, yang ditengah-tengahnya terdapat pelajaran, dan pelajaran yang baik adalah pelajaran yang mengubah dirimu menjadi lebih baik.


Hidup ini proses perubahan dan perjalanan. Kalau kita tidak bisa menikmati perjalanan dan perubahan, maka akan sangat menderita dalam hidup.

Menikmati perjalanan hidup artinya adalah menikmati perubahan situasi. Apabila mental kita siap menghadapi perubahan situasi, sepahit apapun pengalaman yang ada maka kita siap dan tetap bisa gembira. 


Semakin banyak yang bisa kita tanggung, semakin banyak yang akan dibebankan kepada kita. 

Manusia itu semakin tinggi levelnya, semakin tinggi kualitasnya maka akan semakin berat ujiannya. Tapi ingat, tidak ada beban yang melebihi kapasitas kita, pasti cukup, kecuali kita cengeng. Allah menguji kita kerena Allah sayang sama kita, supaya kita tambah tangguh dan kuat. Jadi, jangan mengeluh kalau beban hidupmu ditambah, mungkin Allah ingin kamu jadi hebat lewat beban seberat itu. InsyaAllah, beban itu tidak akan melebihi kapasitasmu, kamu pasti mampu, asal kamu tidak manja!

Tidak apa beban semakin berat, ini tanda kamu akan jadi makin kuat.


Nasehat dari Syeih Syamsuddin At-Tabrizi, yaitu apapun yang terjadi dalam hidup kamu, tidak peduli betapapun sulitnya hal itu, jangan putus asa. 

Karena ketika kamu putus asa, itu tanda bahwa kamu tidak percaya lagi pada Allah. Saat putus asa kamu lupa bahwa ada Allah, dan bagi Allah apa yang tidak mungkin? Dalam Al-Qur’an putus asa itu disebut “kekufuran” yang berarti dia melupakan Allah atau tidak percaya dengan kekuasaan Allah. Ingat, Allah itu MAHA KUASA, jangankan membuka pintu, membuat pintu baru Allah bisa. Tiada yang mustahil bagi Allah, dimana Allah bisa memperjalankan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha dalam waktu semalam.  

Seorang Sufi bersyukur bukan hanya atas apa yang diberikan kepadanya, tetapi juga atas semua yang telah tertolak darinya.


KESABARAN tidak berarti bertahan secara pasif, sabar berarti berpandangan jauh ke depan untuk mempercayai hasil akhir dari suatu proses. 

Sabar itu bagai melihat duri dan kemudian melihat bunga mawar, melihat malam dan kemudiann melihat fajar. Para pecinta Tuhan tidak akan kehabisan kesabaran, karena mereka tahu bahwa butuh waktu agar bulan sabit menjadi bulan purnama. Jadi, kalau kamu kehilangan kesabaran, hidupmu akan sangat berat. Karena mode hidup itu naik turun, tidak mungkin orang hidup itu senang terus (meski kamu inginnya begitu). Hidup itu kadang senang, kadang sulit, dan itu wajar, maka siaplah untuk menghadapi hidup yang seperti itu. 


Kalau kamu inginnya hidupmu senang saja, ya siap-siap hidupmu banyak depresi.

Jadilah orang normal saja, wajarnya kita mencari kebahagiaan, tapi kita sadar hidup ini ada kesulitan, ada masalah, ada naik dan turunnya juga. 



Wednesday, July 19, 2023

Tahun Baru Semangat Baru

 


Selasa, 1 Muharram 1445 H

Ngaji bersama Habib Ali Zainal Abidin & Habib Muhammad bin Anies Shahab


Muqaddimah :

Waktu tiada akan kembali lagi. Maka jalani hari ini dengan baik.

Teman kita adalah cerminan pribadi kita. Bila kita berkawan dengan orang baik maka baiklah perilaku kita. Bila kita berkawan dengan orang jahat maka berubahlah kita menjadi seperti mereka. Layaknya sampul Al-Qur'an yang sering kita cium. Sampul itu bukan bagian kitab suci, tapi sampul itu menjadi mulia karena dekat dengan Al-Qur'an. Siapa yang duduk bersama orang-orang mulia, insyaAllah kita akan dicatat dengan amalan baik.

Kita harus sadar diri bahwa kita belum baik, maka kita belajar dan mengaji. Kita harus sadar bahwa kita pernah melakukan dosa, tapi seburuk-buruknya, kita harus tetap memiliki takut akan siksa dari Allah.

Adzab kecil adalah apa yang bisa kita bayangan. Sedangkan adzab besar adalah adzab yang menghinakan seorang hamba, tiada mampu dibayangkan oleh manusia. Maka kita HARUS berharap ampunan kepada Allah, meminta maaf kepada Allah. Semoga kita diberikan istiqomah untuk bisa mengaji, dan ditunjukkan kepada jalan yang baik.

Manusia itu memiliki dua sayap yang bisa membawanya kemanapun. Pertama adalah ada niat, kedua adalah semangat. Maka kita harus hidupkan niat dan semangat dalam belajar dan memperjuangkan hidup di dunia serta akhirat.

Guru bagai tangga bagi kita. Ikuti apa kata guru kita dalam melangkah mencari ilmu. 

Kenapa kalender Hijriah dimulai dari bulan Muharram? Karena Nabi Muhammad berniat untuk hijrah di bulan Muharram. Itu menyiratkan bahwa NIAT dimaknai spesial dalam Islam.

Mencintai tanah air adalah nasionalisme dan kita mendapatkan pahala dari sisi Allah. Karena Nabi Muhammad juga mencintai kota tanah air beliau (Mekkah) dan tanah dimana beliau berhijrah (Madinah).


Interlude :

Rasulullah dikeluarkan, diusir dari Mekkah, lalu beliau berhijrah ke Madinah. Kemudian di Madinah Islam berkembang dengan pesat. Seperti itulah hidup kita, akan selalu ada UJIAN untuk bisa menuju ke tahapan selanjutnya.


Q & A :

Bersyukurlah jika kamu ini masih dibutuhkan oleh orang lain. Dimana semua kita ini saling memerlukan orang lain. Suatu saat kita dimanfaatkan orang lain, dan lain waktu kita juga mendekat kepada orang lain untuk suatu kebutuhan. Tapi, perlu digarisbawahi bahwa bisa jadi kita ini dipilih Allah sebagai perantara rezeki kepada orang lain. Namun, kembali lagi, kalau hati tidak mantap, kalai kita ragu maka jauhi. Kalau kita dirugikan maka cari teman lain saja, kalau kita tinggalkan dia hati kita tenang, maka tinggalkan saja. Mari, pintar meletakkan diri kita pada suatu keadaan dalam berhubungan dengan orang lain.

Seorang laki-laki yang meminta seorang wanita menjadi istrinya, maka dia sepakat mengambil  tanggung jawab dari ayah sang wanita. Laki-laki itu bila baik kepada keluarga, baiklah dia. Laki-laki yang tebaik adalah yang paling baik istrinya dan kepada anak-anaknya. Sedangkan wanita ini dia dipermudahkan karena dengan beribadah dengan baik dan menaati suaminya akan diberikan surga. Dipermudahkan dalam hal sederhana syaratnya, tapi sebenarnya sulit pelaksanaannya.


Present by : Nawak Hijrah

youtube Nawak Hijrah

instagram @nawakhijrah

 


Ngaos Online 1 Ramadhan 1447 PP Al Azkiya

Wahai anakku, nasihat itu mudah. Tapi yang sulit itu adalah menerima nasihat.  ( Imam Ghazali ) Sebagai santri, buku yang kita baca, ilmu y...